Monday, 20 February 2017

MENATAP KEINDAHAN PULAU KONGA DAN PERAIRAN FLORES TIMUR DARI KETINGGIAN

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017


LARANTUKA  ---  Saban hari perhentian yang terdapat di samping jalan negara Trans Maumere-Larantuka, tepatnya di pertengahan jalan antara desa Eputobi dan Lewolaga selalu ramai dengan kerumunan orang yang rehat sejenak melepas lelah selama menempuh perjalanan darat.

Pemandangan pulau Konga dengan teluk dan pulau Solor di kejauhan terlihat sangat indah.
Pengendara yang menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor selalu menjadikan tempat di ketinggian tersebut sebagai perhentian favorit untuk berfoto ria dengan latar belang pulau Konga di tengah laut dan panorama teluk serta pulau Solor yang berada di belakangnya.

Kepada Cendana News, Sabtu (18/2/2017) Yosefina Teluma, warga Larantuka yang ditemui di lokasi ini mengatakan, setiap kali menempuh perjalanan darat dengan suaminya ke Maumere, mereka selalu menjadikan tempat ini sebagai lokasi beristirahat sementara.

“Biasanya kami minum kopi atau teh dan makan makanan ringan sambil berfoto ria, sebab pemandangan laut dan pulau Konga sangat indah dilihat dari ketinggian jalan ini,” ungkapnya.

Yesi sapaannya menambahkan, bila hari libur seperti Sabtu dan Minggu atau hari raya menjelang Paskah, tempat ini sangat ramai didatangi pengendara khususnya sepeda motor untuk berfoto dan melepas lelah usai berkendara.

Simon Welan salah seorang pengendara sedang berfoto di tempat ini
Simon Welan, salah seorang wartawan yang bersama Cendana News saat menempuh perjalanan ke Maumere pun mengakui hal senada. Dikatakannya, bila ke Larantuka dari Ende atau sebaliknya dirinya selalu menyempatkan diri berisitirahat sejenak di tempat ini.

“Pemandangannya pun sangat indah bila dilihat dari tempat ini sehingga sayang bila tidak mengambil gambar dan beristirahat sejenak menghirup udara segar,” tuturnya.

Cendana News pun tak ketinggalan berselfie ria di tempat ini meski hujan sedang rintik dan membuat pengunjung sangat sepi. Meski demikian tidak mengurangi minat teman-teman wartawan untuk berfoto bersama sambil menikmati secangkir kopi yang dipesan di warung yang ada di sebelah jalan.

Terdapat empat buah warung yang menyediakan minuman kopi, teh, air mineral maupun minuman energi bagi pengendara yang mampir. Juga terdapat aneka makanan ringan, buah-buahan serta penjual pulsa telepon selular. Warung-warung ini terbuat dari bambu belah dan beratap ilalang dan seng.

Bangunan sederhana ini pun seakan membantu pengendara yang ingin rehat melepas penat dengan menikmati pemandangan yang sangat indah dari ketinggian jalan negara yang belum setahun diasapal mulus ini.

“Sejak ada pelebaran jalan dan pengaspalan, banyak pengendara yang berhenti di tempat ini sehingga kami pun membuka warung seadanya dan sementara waktu belum menjual makanan, “ sebut Tuti salah seorang penjual.

Deretan warung yang menjual aneka minuman dan makanan ringan bagi pengendara yang beristirahat
Jika dilihat, tempat ini meski dibuat seadanya namun area samping jalan negara sedikiti lebar sekitar tiga meter di sebelah iuara dan disemen. Pembatas jalan pun dibuat tidak terlalu tinggi dan sedikit lebar agar bisa dipergunakan sebagai tempat duduk.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Sumber: http://www.cendananews.com/2017/02/menatap-keindahan-pulau-konga-dan.html


 

Wednesday, 18 May 2016

TOUR de FLORES DAN AGENDA BESAR DI BALIKNYA



 Oleh: Engelbertus Djo


Wawan Loso ( dengan wajah dilingkari ), salah satu orang luar Flores yang saat ini menjadi Tuan Tanah di Labuan Bajo
Pagelaran balap sepeda bertaraf internasional dengan tajuk Tour de Flores (TdF) sebentar lagi akan digelar dengan rute Larantuka – Labuan Bajo. Sebagai orang asli Flores tentu saja kita patut berbangga karena ajang bergengsi ini katanya ingin memperkenalkan pariwisata Flores kepada dunia internasional – dengan demikian jumlah wisatawan yang datang ke pulau Flores juga akan meningkat sesuai dengan harapan para pelaku industri pariwisata disalah satu pulau yang pernah menjadi tempat pengasingan sang proklamator Bung Karno. 


TOUR de FLORES: MENEBAR PESONA WISATA DARI LARANTUKA HINGGA LABUAN BAJO

Tour de Flores bukan hanya menyajikan alam, tapi juga seni-budaya warga Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari proses kreatif penduduk setempat. Apa yang ada di NTT sekaligus mencerminkan, betapa negeri ini sangat kaya dengan alam serta ragam seni-budaya. Semua itu menjadi pesona, yang membuat para wisatawan mancanegara datang dan datang lagi untuk berkunjung. Foto: isson khairul

Rabu (18/5/2016) sore, Tour de Flores akan diresmikan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, serta Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Sehari sebelumnya, Selasa (17/5/2016) sore, saya beserta tim komunikasi Menko Kemaritiman, sudah berada di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Thursday, 4 February 2016

Tour de Flores, Bukan Cuma Balap Sepeda




PROVINSI Nusa Tenggara Timur memyambut gembira kegiatan promosi acara Tour de Flores (TdF) yang digelar 16-26 Mei 2016 sebagai upaya mempromosikan pariwisata Flores dengan tagline“Explore the Amazing Land”. Kegiatan yang diusung Kementerian Pariwisata itu tak hanya diisi balap sepeda, tapi juga kegiatan wisata.

Balapan berawal dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur dan berakhir di Labuan Bajo, ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini juga merupakan ajang sport tourism (wisata olahraga) yang diinisiasi oleh pemerintah daerah setempat.

Tuesday, 26 January 2016

WARLOKA – “TAMAN JURASIC” MANUSIA FLORES - bagian pertama

Dolmen dan Menhir Warloka, seperti umumnya ditemukan di Flores

Warloka - mungkin hanya sebuah desa kecil di bibir pantai barat daya Flores, tidak jauh dari Labuan Bajo. Namun, bila dilihat dari keberadaan suku-suku yang mendiami Pulau Flores, tempat ini memiliki makna yang sangat penting. Sangat mungkin, pada suatu saat di masa lampau, Warloka adalah entri point nenek moyang Manusia Flores sebelum menyebar memenuhi tanah tercinta ini. 


Saat melihat altar batu Warloka di internet yang diletakkan di atas 4 kaki batu, saya langsung teringat pada  altar batu di kampung lama kami di Doka nua olo ( kampung lama Doka yang  saat ini telah menjadi kebun kopi warga karena kampung Doka telah dipindahkan ke dataran yang lebih rendah sekitar 100 tahun yang lalu) di Kecamatan Golewa - Kabupaten Ngada.  Sebagai orang Flores, saya berikhtiar, dalam waktu dekat saya harus menjejakkan kaki saya di situs yang amat berharga ini untuk menelusuri kembali asal-usul saya sebagai orang Flores hingga beberapa milenium ke belakang.

Saturday, 24 October 2015

NTT Ambisi Jadi New Teritory Tourism

NTT Ambisi Jadi New Teritory Tourism
Nusa Tenggara Timur (Foto: Dive2explore)
PARIWISATA Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berkembang pesat. Bahkan, kini NTT berambisi menjadi new teritory tourism di dunia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...