Wednesday, 18 May 2016

TOUR de FLORES DAN AGENDA BESAR DI BALIKNYA



 Oleh: Engelbertus Djo


Wawan Loso ( dengan wajah dilingkari ), salah satu orang luar Flores yang saat ini menjadi Tuan Tanah di Labuan Bajo
Pagelaran balap sepeda bertaraf internasional dengan tajuk Tour de Flores (TdF) sebentar lagi akan digelar dengan rute Larantuka – Labuan Bajo. Sebagai orang asli Flores tentu saja kita patut berbangga karena ajang bergengsi ini katanya ingin memperkenalkan pariwisata Flores kepada dunia internasional – dengan demikian jumlah wisatawan yang datang ke pulau Flores juga akan meningkat sesuai dengan harapan para pelaku industri pariwisata disalah satu pulau yang pernah menjadi tempat pengasingan sang proklamator Bung Karno. 


TOUR de FLORES: MENEBAR PESONA WISATA DARI LARANTUKA HINGGA LABUAN BAJO

Tour de Flores bukan hanya menyajikan alam, tapi juga seni-budaya warga Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari proses kreatif penduduk setempat. Apa yang ada di NTT sekaligus mencerminkan, betapa negeri ini sangat kaya dengan alam serta ragam seni-budaya. Semua itu menjadi pesona, yang membuat para wisatawan mancanegara datang dan datang lagi untuk berkunjung. Foto: isson khairul

Rabu (18/5/2016) sore, Tour de Flores akan diresmikan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, serta Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Sehari sebelumnya, Selasa (17/5/2016) sore, saya beserta tim komunikasi Menko Kemaritiman, sudah berada di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). 


Thursday, 4 February 2016

Tour de Flores, Bukan Cuma Balap Sepeda




PROVINSI Nusa Tenggara Timur memyambut gembira kegiatan promosi acara Tour de Flores (TdF) yang digelar 16-26 Mei 2016 sebagai upaya mempromosikan pariwisata Flores dengan tagline“Explore the Amazing Land”. Kegiatan yang diusung Kementerian Pariwisata itu tak hanya diisi balap sepeda, tapi juga kegiatan wisata.

Balapan berawal dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur dan berakhir di Labuan Bajo, ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini juga merupakan ajang sport tourism (wisata olahraga) yang diinisiasi oleh pemerintah daerah setempat.

Tuesday, 26 January 2016

WARLOKA – “TAMAN JURASIC” MANUSIA FLORES - bagian pertama

Dolmen dan Menhir Warloka, seperti umumnya ditemukan di Flores

Warloka - mungkin hanya sebuah desa kecil di bibir pantai barat daya Flores, tidak jauh dari Labuan Bajo. Namun, bila dilihat dari keberadaan suku-suku yang mendiami Pulau Flores, tempat ini memiliki makna yang sangat penting. Sangat mungkin, pada suatu saat di masa lampau, Warloka adalah entri point nenek moyang Manusia Flores sebelum menyebar memenuhi tanah tercinta ini. 


Saat melihat altar batu Warloka di internet yang diletakkan di atas 4 kaki batu, saya langsung teringat pada  altar batu di kampung lama kami di Doka nua olo ( kampung lama Doka yang  saat ini telah menjadi kebun kopi warga karena kampung Doka telah dipindahkan ke dataran yang lebih rendah sekitar 100 tahun yang lalu) di Kecamatan Golewa - Kabupaten Ngada.  Sebagai orang Flores, saya berikhtiar, dalam waktu dekat saya harus menjejakkan kaki saya di situs yang amat berharga ini untuk menelusuri kembali asal-usul saya sebagai orang Flores hingga beberapa milenium ke belakang.

Saturday, 24 October 2015

NTT Ambisi Jadi New Teritory Tourism

NTT Ambisi Jadi New Teritory Tourism
Nusa Tenggara Timur (Foto: Dive2explore)
PARIWISATA Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berkembang pesat. Bahkan, kini NTT berambisi menjadi new teritory tourism di dunia.

Monday, 20 July 2015

RUTENG - KOTA PRAHA DARI FLORES


"Bila Bandung diberi julukan Paris van Java mengingat keindahannya di masa Belanda, Ruteng – ibu kota kabupaten Manggarai pun, dijuluki Praha dari Timur oleh seorang backpacker asal Jakarta. Pemberian julukan ini tentunya punya makna mendalam, utamanya bagi pemberinya."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...